A. Ciri ciri Tumbuhan Biji
(Spermatophyta)
- Istilah Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, sperma berarti
biji dan phyta berarti tumbuhan. Setelah mempelajari tumbuhan yang
memiliki spora meliputi Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta, selanjutnya
Anda akan mempelajari tentang tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Lihatlah
beraneka ragam tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan Anda, seperti rumput,
mangga, jagung, anggrek, mawar, dan sebagainya.
B. Ciri-Ciri Spermatophyta.
Coba amatilah struktur tubuh, bentuk bunga, buah, daun, batang, dan akar dari
berbagai tumbuhan yang ada di sekitar Anda! Dari sekian banyak tumbuhan yang
ada di muka bumi ini, ternyata tumbuhan yang paling banyak jenisnya adalah
tumbuhan biji, sekitar 250.000 species lebih telah diketahui jenisnya. Tempat
hidupnya tersebar sangat luas, mulai dari daerah pantai sampai ke daerah
pegunungan, bahkan sampai ke kutub. Seperti yang Anda lihat dalam kehidupan
sehari-hari bentuk tubuh Spermatophyta bervariasi, ada yang besar dan ada yang
kecil. Demikian juga perawakannya ada yang berbentuk pohon, misalnya jati,
kelapa, ada yang berbentuk perdu, contoh mawar dan matahari, ada yang berbentuk
semak misalnya arbei dan ada pula yang berbentuk herba, misalnya sayur-sayuran
Tempat hidupnya sebagian di darat, tetapi ada yang hidup di air, coba berikan
contohnya! Spermatophyta merupakan organisme fotoautrotop, yaitu
mempunyai klorofil untuk berfotosintesis dapat menghasilkan makanan sendiri.
C. Perkembangbiakan Spermatophyta.
Ingatlah kembali cara terbentuknya buah dan biji! Biji dan buah
dapat terbentuk setelah terjadinya peristiwa penyerbukan bunga, yaitu
menempelnya serbuk sari pada kepala putik, kemudian terjadilah pembuahan, yaitu
penyatuan sel telur yang terdapat di dalam kantung lembaga pada bakal biji
dengan inti yang berasal dari serbuk sari. Selanjutnya, setelah terbentuk zigot
yang akan berkembang menjadi embrio yang mengalami fertilisasi dan akan terus
berkembang menjadi buah biji.
D. Jenis-Jenis Tumbuhan Biji
(Spermatophyta).
Bagaimana kita dapat mengetahui suatu tumbuhan dikelompokkan dalam
tumbuhan berbiji? Ciri khas dari tumbuhan ini adalah berkembangbiaknya dengan
menggunakan biji dan menghasilkan bunga (anthophyta). Menurut para ahli,
berdasarkan letak bijinya, tumbuhan ini dibedakan menjadi dua kelas, yaitu Gymnospermae
(tumbuhan biji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup).
Bagaimana kita dapat mengetahui perbedaan dari kedua jenis tumbuhan berbiji
tersebut?
1)
Tumbuhan biji terbuka Gymnospermae
Istilah Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, gymnos berarti
terbuka/telanjang dan spermae yang berarti biji. Dari hasil pengamatan
Anda melinjo sebagai salah satu contoh Gymnospermae, terlihat bijinya tidak
dalam keadaan tertutup oleh daging buah (karpel) sehingga tampak dari luar
sejak masih bakal biji hingga menjadi biji. Contoh yang lain yaitu pakis haji,
pinus, damar, cemara. Jika Anda mengamati bunganya berbentuk strobilus
(karangan bunga berbentuk kerucut) dan tak memiliki perhiasan bunga. Sistem
pembuahannya tunggal, batangnya lurus dan sedikit percabangan/ranting, dan
perakaran tunggang. Pada kenyataannya tumbuhan Gymnospermae berwujud pohon,
hanya beberapa saja yang berwujud semak.
Tahukah Anda dari contoh paku biji
merupakan tumbuhan pertama di antara Gymnospermae, walaupun sekarang sudah
punah beberapa keturunannya seperti pakis dan melinjo masih ada sampai
sekarang. Tumbuhan berbiji inilah yang mengungkapkan garis keturunan purba
dengan kenyataan bahwa mikrospora mencapai bakal biji. Tumbuhan biji terbuka
ini dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu kelompok melinjo (Gnetinae), kelompok
pinus (Coniferinae), kelompok pakis haji (Cycadinae). Untuk
mempermudah cara mempelajarinya, lakukan kegiatan dengan pengamatan dari ketiga
kelompok tumbuhan tersebut bandingkan hasil pengamatan Anda dengan uraian
berikut ini!
a) Kelompok
Melinjo (Gnetinae)
Batang pohon melinjo tampak tegak dan bercabang-cabang, mempunyai daun lebar
dengan tulang daun menyirip. Apa manfaat melinjo? Melinjo (Gnetum gnemon)
banyak digunakan untuk bahan makanan, yaitu daun muda, bunga, biji melinjo
dapat disayur, bijinya untuk dibuat emping, dan batangnya untuk bahan-bahan
industri, yaitu kulit kayunya dipakai sebagai jala atau bahan kertas.
b) Kelompok Pinus
(Coniferinae)
Pernahkan Anda melihat pohon pinus? Pohon ini mempunyai batang yang lurus dan
tegak serta bercabang-cabang, daunnya berbentuk jarum atau bersisik
kecil-kecil. Mempunyai strobilus, dianggap sebagai bunga yang belum sejati.
Strobilus ini ada dua macam yaitu strobilus jantan, berupa sisik yang
menghasilkan sel kelamin jantan dan strobilus betina yang menghasilkan bakal
biji. Pinus ini merupakan tumbuhan yang selalu hijau (evergreen). Pinus
antara lain dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan alat rumah tangga, seperti
cemara dan damar (Agathis alba).
Gambar 7.30 Kelompok melinjo
c) Kelompok Pakis
Haji (Cycadinae)
Ciri pakis haji mirip dengan tumbuhan paku, yaitu mempunyai daun muda yang
menggulung. Daunnya berbentuk pita dan tulang daunnya menyirip. Sistem
perakarannya berbeda dengan yang lain, yaitu berakar serabut. Mempunyai strobilus
jantan yang halus dan lebih kecil, sedangkan strobilus betina lebih besar dan
berkayu. Misalnya, pakis haji (Cycas rumphii), sering digunakan untuk
tanaman hias. Berdasarkan pengamatan Anda terhadap ketiga kelas tumbuhan
Gymnospermae, apa perbedaan dari ketiga kelas tersebut dan apa peranan tumbuhan
ini bagi kehidupan manusia?
Gambar 7.32 Pakis haji
2)
Tumbuhan biji tertutup Angiospermae
Berdasarkan asal katanya Angiospermeae berasal dari kata angeion yang
berarti botol dan sperma yang berarti biji. Kelompok anggota ini
berkebalikan dari Gymnospermae, yaitu menghasilkan biji dengan keadaan
terlindung oleh daun buahnya memiliki alat perkawinan yang berupa bunga (Antophyta).
Kelompok tumbuhan ini banyak ditemukan di mana-mana karena mampu beradaptasi
segala lingkungan. Ingatlah kembali pelajaran IPA di SMP/MTs! Berdasarkan
jumlah keping bijinya, Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu tumbuhan
biji berkeping satu (Monocotyleonae) misalnya padi, jagung, anggrek,
kelapa, nanas, pisang, dan lain-lain. Dan tumbuhan biji berkeping dua (Dicotyledonae)
misalnya mangga, kacang tanah, terung, dan ketela pohon.
a) Tumbuhan
Monokotil
Contoh tumbuhan monokotil adalah jagung. Pada saat berkecambah, biji jagung
tampak tidak terbelah, bijinya tertutup, pada keadaan berkecambah bijinya
menunjukkan jumlah keping lembaga atau daun lembaganya hanya ada satu. Sistem
perakarannya serabut karena tampak pada saat berkecambah sudah memiliki akar
samping yang tumbuh pada bagian pangkal batang.
Akar yang berkecambah mengalami
hambatan dalam pertumbuhan dan digantikan oleh tumbuhnya akar-akar samping yang
banyak berbentuk serabut memiliki ukuran sama besar. Batangnya berbuku-buku dan
ruas sudah mulai tampak jelas, batang yang tumbuh di atas tanah umumnya tidak
bercabang akibat tunas tidak tumbuh dengan baik. Akar dan batangnya tidak dapat
membesar karena tidak mempunyai kambium, sedangkan bentuk daunnya sejajar atau
melengkung yang berukuran panjang seperti pita/pedang. Pada perhiasan bunganya
sulit